KomuKamu lahir dari frustrasi pakai Excel dan WhatsApp buat kelola RT. Sekarang kami bantu ribuan komunitas lain keluar dari kerepotan yang sama.
Setiap komunitas itu unik. Ada yang cuma butuh kelola keuangan. Ada yang butuh event + inventaris. Ada yang butuh arisan digital.
Kenapa harus maksain semua komunitas pakai fitur yang sama?
Makanya kami bikin KomuKamu dengan sistem add-on modular. Kamu pilih fitur yang kamu butuhin, bayar cuma yang kamu pakai. Gak ada bloatware. Gak ada fitur yang cuma makan tempat.
Dari keuangan yang otomatis rekonsiliasi payment, sampe WhatsApp broadcast buat emergency atau reminder, semua dirancang buat bikin hidup pengurus komunitas lebih gampang.
Transparansi bukan cuma fitur, tapi filosofi kami. Dari pricing yang jelas tanpa biaya tersembunyi, sampe laporan keuangan komunitas yang bisa dilihat siapa aja. Gak ada yang disembunyiin.
Komunitas kamu berkembang? Upgrade. Lagi pengen hemat? Downgrade. Gak ada kontrak yang ngiket, gak ada penalty. Kamu yang kontrol, bukan kami.
Teknologi harusnya bikin hidup lebih mudah, bukan malah nambah ribet. Makanya kami desain KomuKamu buat "yang gak ngerti IT juga bisa". Kalo ibu-ibu PKK bisa, berarti user-friendly!
Kami bukan cuma bikin software, tapi partner kamu dalam kelola komunitas. Setiap feedback dari kamu, kami dengerin. Setiap fitur baru, dirancang based on kebutuhan real user.
Waktu itu, founder kami jadi bendahara RT. Setiap bulan, kelola iuran 150 keluarga pakai Excel. Manual input, manual rekonsiliasi, manual bikin laporan.
Pernah gak sih kamu ngalamin ada warga yang ngaku udah bayar, tapi gak ada di Excel? Atau tiba-tiba Excel corrupt, data hilang semua? Ya, kami ngalamin itu.
WhatsApp grup juga chaos. Pengumuman tenggelam di obrolan. Mau nyari info iuran harus scroll 500 chat. Ribet banget.
Kami coba platform management komunitas yang ada. Mahal banget (Rp 500rb-1jt/bulan), plus kamu dipaksa bayar semua fitur—padahal cuma butuh keuangan doang.
Terus kami mikir: "Kenapa gak ada yang bikin platform fleksibel? Yang bisa pilih fitur sesuai kebutuhan?"
Kami putuskan bikin sendiri. Konsepnya simpel:
Beta version diluncurin ke 10 RT/RW di Jakarta. Feedback mereka: "Finally ada solusi yang make sense!"
Sekarang KomuKamu dipercaya ribuan komunitas—dari RT/RW, cluster, kampus, masjid, sampe komunitas hobi. Kenapa?
Karena kami paham kamu gak butuh software kompleks. Kamu butuh tool yang works.
Dan karena kami percaya harga harus fair. Gak ada setup fee Rp 5 juta. Gak ada kontrak 12 bulan. Cuma bayar fitur yang kamu pakai.
Setiap minggu kami rilis improvement based on feedback user. Setiap bulan ada fitur baru. Karena misi kami gak selesai sampe kamu daftar — misi kami selesai kalau kamu bener-bener terbantu.
Ribuan komunitas udah buktiin: kelola komunitas itu gak harus ribet, gak harus mahal. Bergabung sekarang. Gratis. Gak pake ribet.